logo blog
Hallo..
Selamat datang dan terimakasih telah berkunjung diblog sederhana ini

Puisi Rindu


Puisi Rindu

Puisi Rindu

Pernah kukenal baik rasa bahagia itu,tatkala tunas mulai tumbuh di tepi batu seribu daun yang mekar bermandi embun terhangatkan mentari.

Semoga masih ada,yang ingin bertutur kata tentang bahagia,saat musim semi mengetuk jendela kaca,sehingga tiada sesiapa yang terantuk luka.

Dan,
Manakala daun-daun bermekaran sepanjang jalan,Kala bebunga telah merekah,anginpun sibuk menghirupkan aroma cinta,yang tercium dari napas benang sari dan putiknya.

Pernah kureguk rasa getir itu,tatkala tunasku mulai layu dihempas waktu.
seribu daun yang terkapar,terbakar oleh sengatan sang mentari

Semoga masih ada,yang ingin bertegur sapa dengan tawa,saat musim gugur mengetuk beranda pintu,Biarpun lidah telah beku berdansa dengan kata.

Dan,
Manakala daun-daun mulai tercerai dari dekapan dahan,Kala tangkainya tak lagi hangat memeluknya,anginpun sibuk membisikkan rayuannya,hingga ranting-rantingpun terbuai diayunnya.


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »